Rabu, 02 November 2011

0.1



Reshuffle


Perbatasan Wilayah

Terguncangnya partai Demokrat karena penangkapan KPK terhadap sejumlah anggota partai tersebut, ditambah dengan celotehan Nazaruddin, agaknya membuat hilangnya rasa kepercayaan masyarakat terhadap ketua Dewan Pembina partai Demokrat yang juga menjabat sebagai kepala Negara di Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono. “Saya rasa, wajar saja jika reshuffle dilakukan terlalu cepat.” Mengapa tidak dibentuk Panja guna menyelidiki permasalahan internal dalam kabinet Indonesia Bersatu jilid 2? “Jabatan SBY sebagai presiden akan habis pada 2014, dengan maraknya korupsi di sejumlah kementrian, sepertinya reshuffle merupakan langkah terbaik guna mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintahan. Kaitannya dengan 2014, reshuffle ini mungkin bertujuan agar masyarakat tidak membuat gerakan-gerakan separatis yang akan menggulingkan pemerintahan pimpinan SBY.”
Mengapa pemerintah terkesan diam saja atas masalah tersebut? Mengapa kita diam saja, dan tidak menyatakan ganyang Malaysia, seperti yang dilakukan Sukarno pada Orde Lama?

Luangkan waktu sejenak, untuk berfikir jernih mengenai permasalahan tersebut. Pepatah mengatakan, “Kenali dulu lawanmu, sebelum bertarung.” Siapa sebenarnya Malaysia? Malaysia merupakan Negara bekas jajahan Inggris, dan hingga saat ini masih termasuk Negara persemakmuran Inggris. Oleh karenanya, jika ingin melawan Malaysia, artinya kita akan melawan Inggris dan Negara-negara persemakmuran-nya. Apakah kita sanggup? Memang, perbatasan wilayah Negara merupakan hal yang sangat dihargai dalam dunia Internasional, juga dalam Organisasi Internasional, sebut saja PBB. Namun, apakah kita akan mendapatkan dukungan penuh dari seluruh dunia? Ditambah lagi, Inggris juga tergabung dalam Dewan keamanan PBB, dan juga menyatakan sebagai sekutu dari Negara-negara kapitalis semacam Amerika Serikat.

Sebagai warga Negara yang baik, tolonglah untuk mengurangi tuntutan-tuntutan kepada pemerintah. Untuk masalah seperti ini saja, apakah kita, warga Negara biasa, mampu memikirkan dan memberikan solusi pada pemerintah?










Korupsi


HANKAMNAS
Pikiran sang koruptor, “Jika hakim bisa disuap dengan 2 Milyar, dan hukuman tahanan hanya beberapa tahun saja, sedangkan, saya bisa mengkorupsi uang Negara sebanyak trilyun-an rupiah, apakah saya rugi? TENTU TIDAK !!!

Pikiran-pikiran seperti itu, yang memberikan kontribusi besar terhadap kasus-kasus korupsi di Indonesia.

Bagaimana Solusinya?

1)      Ambil semua harta kekayaan yang ia miliki, masukkan ke dalam kas Negara.
2)      Berikan sanksi social, berupa pengucilan dari masyarakat.

Apakah terlalu kejam? Saya rasa tidak, para koruptor-lah yang bertanggungjawab atas sejumlah kematian masyarakat akibat kelaparan. Mereka, yang seharusnya mendapat bantuan dana dari pemerintah. Ehh, dirampok oleh para koruptor …. ckck

Beberapa minggu yang lalu, menjelang idul fitri, Marzuki Ali menyampaikan gagasan-nya tentang remisi masa tahanan, bahkan pelepasan para koruptor yang telah berkelakuan baik di dalam sel.

“Orang sakit”, merupakan julukan yang diberikan kepada beliau oleh sejumlah cendekiawan di negeri ini. Bagaimana mungkin, seorang terpidana korupsi, yang tergolong kejahatan kejam di samping genosida, dll, bisa mendapatkan remisi, bahkan pelepasan dari kurungan lapas?
Pertanyaan yang sering muncul adalah …

Sebagai negara maritim, Indonesia seharusnya memperhatikan permasalahan batas-batas wilayah, mengapa ada saja warga Negara lain yang mencuri hasil laut kita?
Pertama, Indonesia TIDAK memiliki kapal induk, sngat miris sekali, jika melihat title “Maritim” yang melekat pada nama Indonesia. Kedua, Indonesia masih tergolong sebagai Negara berkembang menurut IMF (International Monetary Fund). Saya kira, untuk membuat HANKAMNAS yang kokoh dan kuat, membutuhkan dana yang sangat besar. Meminjam dana kepada world bank, atau lembaga keuangan yang sejenis, merupakan langkah yang salah untuk diambil, karena akan memperpanjang catatan utang nasional terhadap Bank-bank Internasional.

Apa solusinya? Kembangkanlah sector ekonomi. Perekonomian yang maju, menandakan kondisi keuangan nasional yang mapan dan kuat. Dengan kondisi tersebut, barulah HANKAMNAS kita dapat berkembang secara pesat. Bagaimana Implementasi-nya, jika ingin mengembangkan sector ekonomi?

1)      Bangunlah jiwa-jiwa entrepreneurship
2)      Alokasikan sebagian besar APBN untuk dunia pendidikan, dunia inilah yang akan mencetak para cendekiawan yang akan mengembangkan sector ekonomi tersebut
3)      Galakkan kembali program KB untuk menekan jumlah penduduk, agar tidak menjadi beban Negara (terutama pengangguran). Karena banyaknya pengangguran, akan memperlambat pergerakan ekonomi bangsa ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar