Reshuffle
|
Perbatasan Wilayah
|
Terguncangnya
partai Demokrat karena penangkapan KPK terhadap sejumlah anggota partai
tersebut, ditambah dengan celotehan Nazaruddin, agaknya membuat hilangnya
rasa kepercayaan masyarakat terhadap ketua Dewan Pembina partai Demokrat yang
juga menjabat sebagai kepala Negara di Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono.
“Saya rasa, wajar saja jika reshuffle dilakukan terlalu cepat.” Mengapa tidak
dibentuk Panja guna menyelidiki permasalahan internal dalam kabinet Indonesia
Bersatu jilid 2? “Jabatan SBY sebagai presiden akan habis pada 2014, dengan
maraknya korupsi di sejumlah kementrian, sepertinya reshuffle merupakan
langkah terbaik guna mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap
pemerintahan. Kaitannya dengan 2014, reshuffle ini mungkin bertujuan agar
masyarakat tidak membuat gerakan-gerakan separatis yang akan menggulingkan
pemerintahan pimpinan SBY.”
|
Mengapa pemerintah
terkesan diam saja atas masalah tersebut? Mengapa kita diam saja, dan tidak
menyatakan ganyang Malaysia, seperti yang dilakukan Sukarno pada Orde Lama?
Luangkan waktu
sejenak, untuk berfikir jernih mengenai permasalahan tersebut. Pepatah
mengatakan, “Kenali dulu lawanmu, sebelum bertarung.” Siapa sebenarnya
Malaysia? Malaysia merupakan Negara bekas jajahan Inggris, dan hingga saat
ini masih termasuk Negara persemakmuran Inggris. Oleh karenanya, jika ingin
melawan Malaysia, artinya kita akan melawan Inggris dan Negara-negara
persemakmuran-nya. Apakah kita sanggup? Memang, perbatasan wilayah Negara
merupakan hal yang sangat dihargai dalam dunia Internasional, juga dalam
Organisasi Internasional, sebut saja PBB. Namun, apakah kita akan mendapatkan
dukungan penuh dari seluruh dunia? Ditambah lagi, Inggris juga tergabung
dalam Dewan keamanan PBB, dan juga menyatakan sebagai sekutu dari Negara-negara
kapitalis semacam Amerika Serikat.
Sebagai warga
Negara yang baik, tolonglah untuk mengurangi tuntutan-tuntutan kepada
pemerintah. Untuk masalah seperti ini saja, apakah kita, warga Negara biasa,
mampu memikirkan dan memberikan solusi pada pemerintah?
|
Korupsi
|
HANKAMNAS
|
Pikiran sang
koruptor, “Jika hakim bisa disuap dengan 2 Milyar, dan hukuman tahanan hanya
beberapa tahun saja, sedangkan, saya bisa mengkorupsi uang Negara sebanyak
trilyun-an rupiah, apakah saya rugi? TENTU TIDAK !!!
Pikiran-pikiran
seperti itu, yang memberikan kontribusi besar terhadap kasus-kasus korupsi di
Indonesia.
Bagaimana
Solusinya?
1)
Ambil semua
harta kekayaan yang ia miliki, masukkan ke dalam kas Negara.
2)
Berikan sanksi
social, berupa pengucilan dari masyarakat.
Apakah terlalu
kejam? Saya rasa tidak, para koruptor-lah yang bertanggungjawab atas sejumlah
kematian masyarakat akibat kelaparan. Mereka, yang seharusnya mendapat
bantuan dana dari pemerintah. Ehh, dirampok oleh para koruptor …. ckck
Beberapa minggu
yang lalu, menjelang idul fitri, Marzuki Ali menyampaikan gagasan-nya tentang
remisi masa tahanan, bahkan pelepasan para koruptor yang telah berkelakuan
baik di dalam sel.
“Orang sakit”,
merupakan julukan yang diberikan kepada beliau oleh sejumlah cendekiawan di
negeri ini. Bagaimana mungkin, seorang terpidana korupsi, yang tergolong
kejahatan kejam di samping genosida, dll, bisa mendapatkan remisi, bahkan
pelepasan dari kurungan lapas?
|
Pertanyaan yang
sering muncul adalah …
Sebagai negara
maritim, Indonesia seharusnya memperhatikan permasalahan batas-batas wilayah,
mengapa ada saja warga Negara lain yang mencuri hasil laut kita?
Pertama, Indonesia
TIDAK memiliki kapal induk, sngat miris sekali, jika melihat title “Maritim”
yang melekat pada nama Indonesia. Kedua, Indonesia masih tergolong sebagai
Negara berkembang menurut IMF (International Monetary Fund). Saya kira, untuk
membuat HANKAMNAS yang kokoh dan kuat, membutuhkan dana yang sangat besar.
Meminjam dana kepada world bank, atau lembaga keuangan yang sejenis,
merupakan langkah yang salah untuk diambil, karena akan memperpanjang catatan
utang nasional terhadap Bank-bank Internasional.
Apa solusinya?
Kembangkanlah sector ekonomi. Perekonomian yang maju, menandakan kondisi
keuangan nasional yang mapan dan kuat. Dengan kondisi tersebut, barulah
HANKAMNAS kita dapat berkembang secara pesat. Bagaimana Implementasi-nya,
jika ingin mengembangkan sector ekonomi?
1)
Bangunlah
jiwa-jiwa entrepreneurship
2)
Alokasikan
sebagian besar APBN untuk dunia pendidikan, dunia inilah yang akan mencetak
para cendekiawan yang akan mengembangkan sector ekonomi tersebut
3)
Galakkan
kembali program KB untuk menekan jumlah penduduk, agar tidak menjadi beban
Negara (terutama pengangguran). Karena banyaknya pengangguran, akan
memperlambat pergerakan ekonomi bangsa ini.
|
Rabu, 02 November 2011
0.1
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar